“No matter what it takes, i will go there! As long as we have faith, trust me, everything is possible!”
Today, i feel triggered. Efek kepoin salah satu buku yang ngebahas tentang LPDP, dan buku itu khusus dibuat oleh awardee negara yang gw mau tuju.
Entah efek apa, gw merasa mantap banget. Di keadaan dan waktu yang sebegini kompleksnya. Hasil ujian sem 5 aja belum keluar. Udah mau kabur aja pikirannya. Tapi yah sependek bacaan gw. Kali ini study lo bukan kaleng2 yang harus dipersiapkan lebih awal dan matang. Bukan setara s1 yang lulus baru punya plan tapi ini masalah memupuk mental, bekal dan doa. Biar doa dan usaha sejalan dari sekarang udah harus di siapin apa yang mau lo gapai untuk di curahkan ke sang ilahi. Meski berdoa untuk diberikan jalan dan hasil terbaik menurut-Nya. Tapi usaha jangan sampe kendor.
Oke, fine! Gw udah punya banyak gambaran dari buku “Journey to UK” meski gw baca via google book yang kepotong hal dari 60-325 hilang. Tapi setidaknya banyak kegagalan yang gw pelajari, dan dari situ gw percaya masih banyak orang waras di Indonesia. Ingin rasanya bergelut dalam form dan masuk circle of smart people to make indonesian like that!
Tahap seleksi LPDP:
1. Pendaftaran
2. Seleksi administrasi
3. Seleksi substansi
4. Penetapan penerima beasiswa
Jadi, untuk waktu sekarang ini. Mungkin gw harus fokus ke ijazah, IELTS DAN LoA dari kampus yang gw tuju. Karna menurut info ini sebagai the best of the best way, apply for a lpdp scholarship. Tapi selain ini sedari dini kita harus memupuk jiwa leader. Bukan sebagai bos yang mau enak dan jiwa penyuruh. Karna selain untuk kepentingan lpdp, mental ini sangat penting dalam bermasyarakat. Dan tujuan dari kita belajar apa sih, kalau nggak diamalkan dan terjun ke masyarakat. Ketika kita belajar sekompleks dan sejelimet mungkin, kita harus menerapkan sesimpel mungki kepada khalayak.
Dan hal yang terpenting bangun pengalaman kerja atau organisasi yang bernilai kontribusi bagi negara. Karna sekecil apapun kamu beramal, mereka menjadi jembatan atas doa kita. Dan juga hal ini bisa jadi bahan obrolan ketika kamu tes wawancara.

Oke, mungkin ini inti singkat dari lpdp yang gw harus tanam dari sekarang. Gw belajar dari pengalaman 3 tahun lalu, yang gw harus berlinang air mata dan jatuh dalam jurang kegagalan dahulu. Sebelum akhirnya sadar akan pintu kebahagian tidak datang dengan kesenangan. Begitu pula mereka diluar sana yang sudah berlari ketika kita masih berjalan, mereka yang sudah melompat ketika kita masih merangkak. Apakah kita mau saja skak di jalan dan tidak berbuat apa-apa?
Failure is simply the opportunity to begin again, this time more intelligently. Ever tried, ever failed, No matter! Try again, fail again and again and again but fail better!
-
If you don’t fight for what you want, then don’t cry for what you lose! *miris
Well, I’ll prepare my application to the uni then, will see you in the circle! Bismillah Allah already plan the best plan for you!
Akhirnya tujuan dari semua ini adalah untuk membangun negri. Kita tahu masyarakat indonesia dan keadaan lingkungannya sekarang ini seperti apa. Mungkin merumuskan ga muluk2 kalau kita terjun ke masyarakat mereka hanya menginginkan 3M (mudah, murah dan modal) siapa yang tidak mau jika fasilitas, prasarana dan akses mudah serta murah. Dan karna fokus gw ke finance pasti ketika manusia mau usaha butuh modal. Dan modal ini ga semata-mata uang. Tapi mental, pendidikan dan mindset. Yah ini cuman curahan qolbu yang terpancing dari danau keresahan. Pada hakikatnya manusia hanya mempunyai sahabat terbaik dalam usaha dan kekasih pada doa.