Merah putih

“No matter what it takes, i will go there! As long as we have faith, trust me, everything is possible!”

Today, i feel triggered. Efek kepoin salah satu buku yang ngebahas tentang LPDP, dan buku itu khusus dibuat oleh awardee negara yang gw mau tuju.

Entah efek apa, gw merasa mantap banget. Di keadaan dan waktu yang sebegini kompleksnya. Hasil ujian sem 5 aja belum keluar. Udah mau kabur aja pikirannya. Tapi yah sependek bacaan gw. Kali ini study lo bukan kaleng2 yang harus dipersiapkan lebih awal dan matang. Bukan setara s1 yang lulus baru punya plan tapi ini masalah memupuk mental, bekal dan doa. Biar doa dan usaha sejalan dari sekarang udah harus di siapin apa yang mau lo gapai untuk di curahkan ke sang ilahi. Meski berdoa untuk diberikan jalan dan hasil terbaik menurut-Nya. Tapi usaha jangan sampe kendor.

Oke, fine! Gw udah punya banyak gambaran dari buku “Journey to UK” meski gw baca via google book yang kepotong hal dari 60-325 hilang. Tapi setidaknya banyak kegagalan yang gw pelajari, dan dari situ gw percaya masih banyak orang waras di Indonesia. Ingin rasanya bergelut dalam form dan masuk circle of smart people to make indonesian like that!

Tahap seleksi LPDP:

1. Pendaftaran

2. Seleksi administrasi

3. Seleksi substansi

4. Penetapan penerima beasiswa

Jadi, untuk waktu sekarang ini. Mungkin gw harus fokus ke ijazah, IELTS DAN LoA dari kampus yang gw tuju. Karna menurut info ini sebagai the best of the best way, apply for a lpdp scholarship. Tapi selain ini sedari dini kita harus memupuk jiwa leader. Bukan sebagai bos yang mau enak dan jiwa penyuruh. Karna selain untuk kepentingan lpdp, mental ini sangat penting dalam bermasyarakat. Dan tujuan dari kita belajar apa sih, kalau nggak diamalkan dan terjun ke masyarakat. Ketika kita belajar sekompleks dan sejelimet mungkin, kita harus menerapkan sesimpel mungki kepada khalayak.

Dan hal yang terpenting bangun pengalaman kerja atau organisasi yang bernilai kontribusi bagi negara. Karna sekecil apapun kamu beramal, mereka menjadi jembatan atas doa kita. Dan juga hal ini bisa jadi bahan obrolan ketika kamu tes wawancara.

Oke, mungkin ini inti singkat dari lpdp yang gw harus tanam dari sekarang. Gw belajar dari pengalaman 3 tahun lalu, yang gw harus berlinang air mata dan jatuh dalam jurang kegagalan dahulu. Sebelum akhirnya sadar akan pintu kebahagian tidak datang dengan kesenangan. Begitu pula mereka diluar sana yang sudah berlari ketika kita masih berjalan, mereka yang sudah melompat ketika kita masih merangkak. Apakah kita mau saja skak di jalan dan tidak berbuat apa-apa?

Failure is simply the opportunity to begin again, this time more intelligently. Ever tried, ever failed, No matter! Try again, fail again and again and again but fail better!
  • If you don’t fight for what you want, then don’t cry for what you lose! *miris
Well, I’ll prepare my application to the uni then, will see you in the circle! Bismillah Allah already plan the best plan for you!

Akhirnya tujuan dari semua ini adalah untuk membangun negri. Kita tahu masyarakat indonesia dan keadaan lingkungannya sekarang ini seperti apa. Mungkin merumuskan ga muluk2 kalau kita terjun ke masyarakat mereka hanya menginginkan 3M (mudah, murah dan modal) siapa yang tidak mau jika fasilitas, prasarana dan akses mudah serta murah. Dan karna fokus gw ke finance pasti ketika manusia mau usaha butuh modal. Dan modal ini ga semata-mata uang. Tapi mental, pendidikan dan mindset. Yah ini cuman curahan qolbu yang terpancing dari danau keresahan. Pada hakikatnya manusia hanya mempunyai sahabat terbaik dalam usaha dan kekasih pada doa.

Akan ada hari dimana akan kubagi hasil keringat dan keletihan ini pada dia yang selalu ku sebut indah di awal fajar

Putih

Sunshine Becomes You

Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap? Tapi malam ini berbeda. Malam ini aku sangat melankolis, entah karena wajah-wajah baru yang kurasa asing atau mungkin ada sesuatu yang belum terselesaikan. Sekarang, saat ini saja… untuk beberapa detik saja… aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, atau harapan. Aku ingin mengaku bahwa aku membutuhkan mu. Mungkin kau tidak membutuhkan ku, tapi aku membutuhkan mu.
Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Terus terang saja aku tidak tahu. Ku rasa aku termasuk salah satu orang yang merasa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. karena cinta terjadi begitu saja. Kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memakasakan diri membenci seseorang yang kau cintai. Tapi kalau aku dipaksa menjawab pertanyaan itu, kurasa aku akan berkata kalau aku mencintainya. Walaupun dia tidak bisa berada disini hari ini, dimanapun dia berada kuharap dia membaca tulisan ini.
Aku tidak berani menanyakan kabar nya, bukan karena tidak perduli. Aku hanya tidak ingin mengekangnya. Lagi pula, kurasa dia tidak memerlukan aku. Karena jika dia memerlukan aku pasti dia akan mengabari ku. Aku menunggu mu, misalkan nggak ada hal lain di dunia ini yang kamu percaya, percayalah kalau aku menunggu kamu sepenuh hatiku.
Hidup itu seperti perjalanan, ada yang meninggalkan dan ada yang ditinggalkan. Dan aku tidak siap untuk keduanya.

Sepi

Kadang kita cuman butuh waktu

Waktu untuk menghapus jejak

Ini bukan masalah kembali atau menetap

Tapi bagaimana mencoba tegak saat si waktu berputar ulang

Wangi parfum nya mungkin sudah hilang

Dan jam kesaksian dan album foto sudah terbang bersama angin kala itu

Kini salah satu sudah merangkai album nya kembali

Dan monokrom masih jadi favoritnya

Kuasa semesta tidak salah

Raga dan jiwa dulu belum sematang saat ini

Langkah kaki jadi taruhan

Kala dulu kamu memutuskan

Tapi lihat

Bahagia kalian bahagia semesta

Yang sudah terikat antara suci tali cinta

Untuk roman picisan

Mungkin aku sedang tersesat

Tersesat di satu keadaan

Yang aku merasa asing

Tapi cukup diartikan nyaman

Hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaanmu

Hidupmu cukup menyedihkan

Hanya mengenal arti hitam dan putih

Dulu

Tapi entah aku akan selalu bersemangat untuk menunggu episode terakhir ini

Kita liat siapa yang menjaga dan meninggalkan

Challenge Yourself

Akhir-akhir ini gw lagi males banget nulis, fyi Maroko lagi peralihan musim summer ke winter dari kemaren hujan besoknya panas terus hujan lagi. Ini yang buat gw dari kemaren kurang enak badan, flu, batuk, bersin di tambah pusing. Tapi gw ga mau kalah sama keadaan karena penyakit itu ga boleh di manja. 

Kali ini gw mau berbicara tentang 3K  (Komitmen, konsisten dan konsekuen)

“Komitmen untuk melakukan dengan sungguh-sungguh, konsisten dalam setiap tindakan dan konsekuen dalam menerima akibatnya”

Udah 4 tahun gw jalanin hidup berstatus diaspora. Jauh dari orang tua, adik, sodara dan sahabat. Tapi emang gw dari kecil doyan nginep di rumah sodara dan ditinggal ortu ke luar kota. Jadi gw terbiasa hidup sendiri di rumah atau cuman berdua aja sama ade. Sampai akhir nya tamat SD dulu gw pengen banget ke SMP yang udah rencanain sama temen2. Padahal gw sebelumnya udah UN mati2an buat dapetin tuh sekolahan. Tapi nyatanya ortu udah punya visi misi sendiri. Asli, awal tau mau di pesantrenin gw sedih sih. Secara jaman itu pesantren tuh belom beken, belum di pandang. Gw kira, gw salah apa sih sampe di buang ke sana. Kerjaan gw nangis dan ga nurut perintah mereka. Padahal impian gw dulu sekolah sambil bawa mobil terus yang gitu deh anak ftv banget. Singkat cerita emak gw juga kayaknya ga tega. Tapi ayah punya pendirian untungnya. Karna sepupu ayah  kebanyakan anak pesantren dan dari keturunannya belum ada yang lanjutin. Maka dari itu gw lah yang menjadi percobaannya. Ini anak kuat ga yak di pesantrenin hehehe

Bisa di bilang gw pake hijab emang di pesantren mulainya. Emang sih pas di pesantren kilat pake tapi yah you know life of teenager gimana labilnya. Gw bisa di bilang minim pengetahuan agama, sholat aja dulu yang penting kerjain, puasa juga masih diem-diem minum di belakang pintu kulkas. Tapi yah begitulah kehidupan butuh proses.

Sampai saatnya gw ikhlas menerima takdir gw. Mengubur mimpi gw untuk ambil jurusan umum. Bye math medal!

Oke temen2 gw udah pada masuk SMP yang mereka inginkan sedangkan gw nurut kata orangtua. Sampai gw pernah ngebatin “ini NEM gw jual aja yah lumayan daripada nganggur ga kepake”

Tiba saatnya gw tes di Attaqwa, rasanya berat banget hati gw buat kesini. Awalnya ajah bingung sempet mau masuk ke pondok putra. Dan ternyata sampe sana gw takjub sih. Beda banget lingkungan, kondisi dan pakaiannya. Gw inget banget pas tes, gw sekelas cuman 2 orang yang pake jens salah satunya lo tau lah pasti siapa. Pengawasnya haha! Yang lebih parah lagi gw pertama liat ini gimana ngisinya gw cuman tau arti kitabun, qolamun dan sabburotun. Yang lainnya gw ga isi. Gw liat ujian al Quran suruh nulis surat al Fatihah, macha allah itu yang paling gw merasa tegang. Ini gw hafal tapi pas disuruh nulis asli gw bingung ga tau mau mulai dari mana, cara nyambungin huruf hijaiyyahnya juga ga tau. Yah akhirnya isi sebisanya. Jaman dulu tes nya mah ga ribet terakhir tes lisan nanya2 aja sekolah dan tujuan pesantren karna siapa, yang gw bilang maunya orangtua. Terus di ceramahin nanti di sini ga boleh bawa hp dan orangtua nya nanti ga boleh nginep disini. Yah buat orangtua ga di samping sih ga masalah tapi gw ga mau di atur sama jadwal yang mereka tetapkan ketat gile. Udah selang beberapa minggu dapet hasilnya kamu keterima mb! ok fine! Perjalanan kita mulai, padahal gw berfikir ga lulus sama sekali. Yah mau gimana secara akal ngisinya aja asbun hihi

Survei gedung dan sekolah gw lakukan sampe kamar mandi segala macem, dan juga ruang makan. Pas di sini gw mulai minder lagi. Liat list nama santrinya, bu liat deh nama2nya islami semua. Khadijah, aisyah, fatimatuzzahroh dan sebagainya. Sampai akhirnya gw di kuatkan lagi sama mereka. 

Singkat cerita gw udah sebulanan tinggal di pesantren. Emang gw sering ditinggal dan sebagainya tapi di sini tuh beda. Bawaannya sedih aja mungkin belum sepenuhnya berdamai dalam keadaan. Sampai pas itu gw di panggil sama ustzh pengawas asrama. Tadi kamu ngomong apa?

ngomong apa emang yaa, perasaan ga ada yang salah (dalam hati)

Tadi di depan asrama kamu ngomong apa ke temen? 

ohhh, itu manggil dia aja kok ustadzh

Apa kata-katanya?

Elu….

Dan di situ gw baru tau. Semua yang ada dalam diri gw harus berubah di tempat ini. Dari segi penampilan, perkataan dan pengetahuan. Gw ga mau ketinggalan sama temen2, meskipun jadinya gw harus belajar double ekstra daripada mereka yang dari MI sebelumnya udah makan minum sama bahasa arab. Sedangkan gw kenal surat yasin aja karena pas itu denger ayah gw baca. Ini bener2 islam titipan banget.

Sampai saat itu gw tersadar setelah gw udah mengalami proses yang amat panjang. Dan ada suatu cerita bikin gw sadar. Betapa bersyukurnya gw sekarang. Jadi lulusan pesantren yang tahu akan syariat hukum islam yang kita jalanin sekarang. Ga semata-mata cuman ngikutin guru kita a kita ikut a tanpa tahu alasannya kenapa kita harus ngikutin apa yang dia lakukan. Dan juga cerita yang buat gw sadar hidup ini bukan tentang sekarang. Tapi nanti ketika orangtua kita sudah tiada siapa yang mau jadi amal kebaikannya kelak. Kalau bukan anaknya yang selalu mendoakan. Kalau tanpa pesantren mungkin gw masih seperti yang dulu, jadi diri yang dianggap keras kepala, susah diatur dan jahiliyah. 

Pada akhirnya gw sadar semua pengalaman hidup ini menjadi guru terbaik. Belajar dari masalah dan masa lalu. Gw ga mau terjebak dalam masa suram gw 10 tahun yang lalu. Gw mulai berkomitmen pada diri sendiri dimana hidup dan mati mu itu berjuang atas nama islam. Meneruskan para pendahulu yang sudah menitipkan sumber hukum yang sudah tersusun rapih. Untuk selalu dijaga dan dipraktekan dan bisa juga diijtihadkan. Konsisten dengan apa yang gw udah tentukan dan pilih sekarang ini. Untuk menyelesaikan belajar. Karna niat kita berilmu itu ikhlas karna allah, menghilangkan kebodohan dan menyebarkan ilmu yang dipelajari selama ini. Belajar jangan asal belajar. Harus tau sumber dan gurunya. Belajar jangan asal yang penting selesai tapi harus paham, gimana mau menyebarkan ilmu kalau sendirinya aja ga ngerti. Dan juga belajar jangan salah tempat. Kamu belajar di mana, dan kamu nanti menyebarkan di mana, jangan di samain. Lihat kapasitas dan kualitas setiap tempat berbeda kita ga bisa samakan cara menyampaikan ilmu dalam satu konteks tapi kita yang harus beradaptasi. Apa kebutuhan masyarakat dan respon masyarakat nanti terhadap ilmu yang kita bawa. Inti nya semua ada konsekuensi. Dewasa ini kita pasti mempunyai arah tujuan hidup masing2. Dan gw percaya setiap hal pasti ada masalah yang harus dihadapi. Dan kita harus terima dan jalani.

Keberhasilan suatu negara itu udah ga jaman SDA tapi kini SDM. Buat kita yang masih diberi kesempatan untuk sekolah gw pengen banget Indonesia itu melek literasi baca tulis dan agama. Mereka dapet hak nya untuk menjadi manusia maju. Karena gw tau gimana jadi orang pede ngomong depan orang2 itu karena kita berilmu dan berpengetahuan luas. Dan gw juga ga pengen mereka telat sadar akan pentingnya agama dalam kehidupan. Di kehidupan sekarang penting kita kuasai ilmu modern tapi sebagai muslim kita jangan lupa mau jadi apapun profesi kita nanti, ibadah fardhu ain kita tetap tanggung jawab pribadi, bakal ditanya dipertanggungjawabkan. Karena ingat dunia ini adalah kenikmatan bagi umat islam dan non islam tapi akhirat nanti kenikmatan semata umat islam. Itulah janji yang nyata.

Marrakech, 24 November 2018

Putih

Dari Roman Picisan

Cinta

Kau datang tanpa dikira

Kau pergi tanpa menyapa

 

Cinta

Kau indahkan dunia

Tapi tak lupa menabur luka

 

Cinta aku mohon padamu

Jangan datang untuk pergi

Jangan berbahagia lalu menyakiti

 

Jika rasa tercipta untuk dirasakan

Untuk apa dia harus diungkapkan

Jika semua pilihan tercipta untuk dipilih

Untuk apa dia harus dijelaskan

 

Dan ketika satu kata bisa mengubah perasaan

Maka satu perasaan bisa mengubah suatu keadaan

Danger one (Stereotip)

Banyak sekali kekhawatiran dari teman-teman perihal prospek kerja dari lulusan Fakultas Ushuluddin itu menjadi apa? Apakah menjadi Menteri Agama, Departemen Agama, atau minimal banget Tokoh Masyarakat (ustadz). Not all the things that you worry could happen in your life. Stop worrying about something, because worries make you more afraid to do everything.
Pada umumnya semua orang tua mencari uang untuk membiayai anaknya sekolah, setelah itu mencari sekolah untuk mendapatkan pekerjaan, dan pada akhirnya semua orang mencari pekerjaan untuk mencari uang. This is stupid men. Gua penasaran siapa orang yang berhasil membuat sistem jenius seperti ini. Dan gua juga penasaran sama orang yang berhasil menanamkan stigma kepada masyarakat bahwa parameter kesuksesan seseorang itu terlihat dari segi materi.
Menurut gua ini bahaya banget cuy, essensi pendidikan menurut gua tuh ga sekompleks ini, pendidikan itu bukan lokomotif untuk mencari pekerjaan saja, dan pendidikan itu bukan menjadi batu loncatan agar seseorang mendapatkan jabatan maupun kedudukan lebih di khalayak umum.
Hari ini, mereka yang duduk di gedung-gedung pemerintahan, yang mengatas namakan wakil rakyat adalah orang-orang pintar yang terpilih dari banyaknya persaingan. After researching loved ones and those who are not loved, we find loved ones rarely try to deceive others. Mereka memang dipilih dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali ke rakyat. Tapi ga semua yang benar-benar mencintai rakyatnya. Tindakan korupsi adalah salah satu contoh bentuk penghianatan terhadap masyarakat.
Satu hal yang gua yakini, bahwa Fakultas Ushuluddin itu tidak memberikan prospek kerja, melainkan prospek kehidupan. Di ushuluddin gua dididik untuk menjadi orang yang benar bukan pintar. Sebab banyak orang-orang yang pintar, tapi belum tentu benar. Sebaliknya, orang benar sudah pasti pintar.
Puncak dari pendidikan itu bukan pengetahuan melainkan tindakan. Dan intisari dari kesuksesan itu bukan materi tapi keberkahan. Life is not just happy yourself, but share your happiness to those around us because it will increase happiness when shared. Implementasikan ilmu lu dengan perilaku yang positif, jangan merugikan orang lain sebab belum tentu lu siap dirugikan orang. Jangan cari masalah karena hidup saja sudah bagian dari masalah. You are responsible for your life. You can not continue to blame others for the mistakes in your life. Life is really about continuing life it self.

Bandung, 22 November 2018 (hitam) 02:09 WIB

Airport

Tempat yang memisahkan gw dengan orang2 yang gw cintai. Entah udah berapa kali gw ke tempat ini. Mau nganter atau jemput, tempat ini jahat.

Jahat membuat gw kenal kata pisah. Awal gw berpisah sama orangtua, sahabat, saudara dan rumah.

Pas waktu itu, ada moment di tempat ini. Dimana gw liat seorang gadis bawa bunga warna kuning (entah gw ga tau jenis nya) nunggu di pintu keluar. Yah lumayan lama menurut gw, dia nunggu dari gw awal dateng jam 11 sampe jam 1. Dan dia ga duduk2. Gw liatin aja sih, dalam hati ngapain sih tuh cewe diri sendiri sambil pegang bunga. Ekh lewat 10 menit gw udah ketemu sama ka farah (anak malaysia yang gw tunggu) dateng. Gw ngobrol2 sebentar sama doi karna dia tadi di cegah buat masuk maroko karna ga ada visa. Karna ngobrol tadi, gw hampir lupa sama sesosok mba ini. Dan ternyata pas gw jalan nengok ke arah belakang, ada seorang pemuda dengan jas hitam dan sepatu kulitnya datang. Dan si tuh mb2 berubah drastis yang tadi pasang muka cape langsung happy banget. Ekh kenapa bunga nya di sembunyiin ternyata dia mau kasih surprise. Pas cwo nya mendekat tuh bunga langsung di tunjukin. Asli gw liat nya tulus banget cwe nya. Dan cowo nya juga langsung senyum girang. Dan lo pasti tau lah apa yang gw lakukan hahaha 😅

Sebenarnya gw nulis ini, jadi bahan alasan biar gw lupa kejadian 10 menit yang lal

Maroko

Mungkin tempat ini ga termasuk negara maju, teknologinya juga masih standar, transportasinya juga biasa2 aja tapi gw tau negara ini tercipta dalam perjalanan hidup gw bukan tidak ada alasan.

Karna sebelumnya gw ga sama sekali kepikiran mau kesini. Bisa di bilang ini pelarian tujuan sekolah. Yang awalnya mau di jogja biar deket sama nenek urus beliau yang udah sakit2 tan dan kalo bisa ngajar ngaji di kampung. Itu tujuan awal gw pas waktu selesai sekolah. Tapi qodarullah, gw ditolak unptkin dan berbagai tes yang lain. Ini pas masih di pondok. Gw malu banget asli. Banyak yang bilang, nanya dan suudzon ke gw. Nilai gw lah turun naik ga stabil per semesternya dan ada yang ga nyangka kalo gw ga keterima. Tapi gw sadar semenjak itu, gw sama siti (sahabat gw di uin jogja) langsung putar haluan ambil beasiswa ke maroko. Karna gw tau cuman maroko yang ada beasiswanya. Dan juga dulu ada ka febi meliana yang disana anak attaqwa.

Dan mulai setelah itu perjalanan tes sana sini berlanjut. Setelah lulus dari attaqwa. Kadang kita merancang serapih mungkin perjalanan hidup kita. Tapi ujung2 nya allah yang memutuskan. Meskipun kita udah doa, usaha dan jungkir balik melakukan hal baik. Tapi gw yakin allah ngajarin gw sabar, ikhlas dan tawakal. Dari situ gw kenal arti di omongin.

Ga enak digunjingin tuh. Meskipun bukan kesalahan kita padahal. Tapi yaa ini suatu proses. Btw kenapa jadi nyambung kesini hahaha

Dan singkat cerita gw diterima di maroko setelah melewati proses2 yang penuh air mata dan pengorbanan gw banyak belajar arti hidup, berjuang, mandiri dan cinta kasih dalam perbedaan.

Karna gw yakin di situ bumi berpijak rezeki, hidup, mati dan takdir allah yang ngatur. Kita jangan sampe suudzon sama allah bersyukur atas segala nikmat yang ada, jadi orang yang bermanfaat supaya orang kenal baik perilaku kita. Jangan buat orang susah karna kita suatu hari tidak mau di susahkan.

Ini tahun ke 4 gw di maroko. Semoga kelanjutannya banyak pelajaran terus tiap hari yang gw dapet. Karna gw ga mau menit yang gw buang dalam hidup tanpa arti sia-sia.

Syukron ya rabb atas segala karunia mu, dalam satu bumi dengan beda tanah serta warna langit hari ini. Titipkan rindu ku pada mereka yang selalu mendoakan ku dan telah berbuat baik pada ku.

Putih

Menara airport, 20 nov 2018

Huruf kecil aja

Nama gua hitam, seorang laki-laki yang bermimpi bisa menjadi pelatih sirkus, dan sekarang lagi mengembangkan bakat bengong. Gua terlahir dari rahim Nusantara, jadi jangan lihat gua sebagai orang baik, cukup kalian lihat gua sebagai orang Nusantara karena itu akan membuat kalian lebih baik terhadap sesama.

Sejak kecil, gua tinggal di Bekasi, yaitu di daerah kawasan Harapan Indah. Masa kecil gua hampir sama dengan yang lain, yang membedakanya hanya senyuma nya saja. Tahun 2009, gua lulus SDIT dan melanjutkan  sekolah di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Jawa Barat. Bagi gua, itu adalah sekolah yang menerapkan unsur-unsur ke bhineka-an. Dari Sabang-Maruke  semua berkumpul dan menjalin kebersamaan bersama untuk mencari ilmu pengetahuan.

Selain itu, sekolah ini adalah tempat yang banyak menyimpan kenangan. Terutama menyangkut dengan seseorang yang sangat gua kagumi, yang pernah menjadi bagian dari kisah hidup gua, yang pagi ini kisahnya ingin gua ceritakan pada kalian

Akan gua tulis semuanya sesuai dengan apa yang terjadi waktu itu, meskipun tidak akan begitu detail, tapi itulah intinya.

Sebelumnya, gua mau cerita dulu di mana posisi gua sekarang. Pagi ini, gua sedang berada di dalam KAMAR HATI ada PESAN HATI lewat CERMIN HATI agar BERHATI-HATI kepada sesuatu yang akan menyakitkan HATI.

 

Ditemani dengan kipas angina dan lagu-lagu Nissa Sabyan, di kawasan Bandung, di kontrakan yang gua tempati bersama teman-teman satu sekolahku dulu pada masa Tsanawiyah dan Aliyah.

Mari kita mulai, dan inilah ceritanya :

Pada tanggal 04 bulan September tahun 1996, yaitu di Negara Indonesia, lahirlah sebuah perempuan bernama Putih. Putih yang gua maksud adalah yang kemarin gua ceritakan.

Waktu itu, gua sekolah pada sekolah yang sama. Putih juga sama, waktu itu masih remaja, yaitu masih anak remaja yang harus dimaklumi kalau punya jiwa kekanak-kanakan. Namun putih lebih dewasa dari pada gua, bukan karena usianya melainkan karena pilihan nya yang memilih untuk menjadi dewasa.

Bila perempuan yang cantik adalah perhiasan, maka putih adalah perhiasan yang paling mahal. Putih adalah orang yang tekun belajar dan dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diperoleh. Dia tipe orang yang selektif dalam memilih teman, karena itulah temanya bisa dihitung jari. Apakah gua teman atau sahabatnya, biaralah dia yang menentukan.

Gua kenal putih saat duduk di kelas 2 Aliyah. Seperti kata pepatah bahwa perkenalan pertama selalu meninggalkan penasaran, dan pertemua kedua selalu meninggalkan kerinduan. Dan gua tidak mau merindu.

Hmmmm….

Demikianlah kisah hitam dan putih! Duluu Duluuu sekali…

Sebetulnya, gua masih ingin terus bercerita cuman karena waktu sudah menunjukan pukul 04:27 WIB gua harus segera melaksanakan shalat subuh.

Pertama

Mungkin kita sebelumnya tidak pernah bertemu

Mungkin sebab jarak, dimensi yang berbeda atau terpaut usia

 

Kalau kata orang cinta itu tumbuh ketika kita sering menyebut namanya

Mengenal sosoknya dan menatap matanya

 

Ajari aku cinta

Rumus untuk mencintaimu

Hatiku masih kelu untuk merangkai kata cinta untukmu

Hatiku belum bisa jujur untuk mengatakan aku rindu padamu

Aku malu ketika mereka sudah sangat besar rasa cintanya kepadamu

Tapi apa? Aku masih belajar untuk menemukanmu dalam hatiku

 

Apa kesalahanku amatlah banyak

Apa engkau amat sempurna untuk ku cintai

Yah, aku yang tak tahu diri ini

Bisa-bisa nya ingin dicintai oleh orang sepertimu

Jangankan dicintai

Melihat ke arahku saja engkau tidak lakukan itu

 

Menyesal

Apa yang telah aku perbuat selama ini

selalu mengabaikanmu

selalu menduakanmu dengan mereka

Yang padahal mereka hanya memberikanku kenangan tanpa makna

 

Aku kehabisan waktu dan kesempatan

Aku terlambat

Engkau terlalu banyak yang mendambakan

Banyak yang memujamu dengan berbagai cara dan arah tujuan

Apakah masih ada celah untuk diriku masuk dalam hatimu

 

Aku sampaikan rasa sesalku pada malam

Karna ku tahu para sainganku sedang terlelap melupakanmu

Tapi kau ajarkanku

Bahwa cinta itu tumbuh di dalam hati

Insan yang saling terkait hati dan batinnya

 

Sedangkan aku

Kenapa hati ini masih teramat sulit untuk terbuka untumu

Aku sangatlah bodoh

Bodoh dalam mengambil tindakan

Aku lupa

Lupa akan hal yang pernah ku lakukan kepadamu

Aku ingat

Ingat bahwa aku hanya memanfaatkanmu

 

Rasa susah kubagi dahulu kepadamu

Aku meminta pertolongan kepadamu

Tapi pada akhirnya aku meninggalkanmu kala bahagiaku datang

 

Mungkin aku terlena

Terlena akan waktu

Waktu yang menyadarkanku

Bahwa, kita sudah teramat jauh berlari pada arah yang berbeda

 

Ini tulisan tentang kejujuran

Seseorang yang ingin belajar cinta

Cinta pada seorang kekasih yang dipuja oleh kekasih lainnya

 

Aku tak mau sampai akhir hayat ku

Belum menemukan cara dan alasan untuk jujur menuangkan rasa rinduku padamu

Aku cinta, tapi mungkin cintaku teramat naif

Hanya mengikuti mereka yang sudah menemukan tempat di hatimu

Aku cinta, tapi mungkin cintaku belum sebesar mereka yang bertemu langsung dengan mu

Aku cinta, tapi mungkin cintaku tak setulus mereka yang melihat akhlak budimu

 

Apa aku masih menjadi golongan yang biasa lagi hina

Masih terperangkap dengan lingkungan yang fana

Aku harap akan ada waktu di mana aku akan menemukan rasa cinta yang amat indah untukmu

Aku harap akan ada jalan untuk ku berjalan, mencari jejak dan peninggalan hidupmu

Aku berjanji akan belajar banyak tentang mu dari mereka

Aku akan korbankan waktu dan seluruh hidupku untuk menjaga cinta ini

Karena ku tahu cinta yang di dapat dengan pengorbanan akan indah bertahan lama

 

aku tidak mau menjadi yang terakhir di mata mu

aku mohon beri aku kesempatan

Kesempatan mencintai dengan ketulusan bukan kepalsuan

atas nama iman dan cinta

aku bersaksi bahwa engkau adalah rasul ku, nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam

 

Menjelang 2 hari memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wassallam

Marrakech, 19 Novembre 2018

 

 

 

 

Politik tidak membuatmu kaya

Politik seringkali dinilai sebagai sesuatu yang buruk, kotor bahkan jahat. Padahal, dengan politik keadilan bisa diwujudkan. Dengan politik juga kesejahteraan masyarakat akan bisa didapat. Bagaimana politik dari tinjauan Islam?

Politik mempunyai arti luas sebagai proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.  Jadi bisa disimpulkan politik adalah suatu ilmu, seni dalam berkuasanya seseorang memimpin untuk mengatur dan memberi keputusan terbaiknya bagi masyarakat dan negara tersebut.

Dalam islam juga terselip kata berpolitik. Bagi islam bukan hanya membahas halal, haram, ibadah dan urusan muamalat saja, tapi semua aspek di dunia ini sudah tercatat rapih peraturannya dalam referensi mutlak kaum muslimin yaitu al Quran dan al Hadits. Islam adalah agama yang sudah jelas jalan hidupnya, referensi kembalinya dan sanksi hukumannya.

Islam mengatur permasalahan politik atau yang dikenal dengan istilah ‘siyasah’. Menurut terminologi bahasa siyasah menunjukkan arti mengatur, memperbaiki dan mendidik. Sedangkan secara etimologi, siyasah (politik) memiliki makna yang berkaitan dengan kekuasaan.

Dalam al Quran tidak ditemukan lafadz berpolitik (as siyasah) secara harfiyah. Bukan berarti la siyasah fi ad din. Akan tetapi kalimat ini ternyata ditujukan secara maknawiyah. Salah satu lafadznya ‘Al Mulk’.

رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ….

(Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi…) Q .S Yusuf :101

Maka jika ada yang mengatakan bahwa Islam tidak usah berpolitik, adalah kesalahan besar karena berpolitik adalah hal yang sangat penting bagi kaum muslimin. Kita harus memahami betapa pentingnya mengurusi urusan umat agar tetap berjalan sesuai syari’at.

Sayangnya, dijaman ini banyak masyarakat yang anti dengan politik. Mungkin golongan ini melihat politik melalui kaca mata media dan pelakunya yang telah menyalahgunakan jabatan. Membuat masyarakat angkat bicara dan enggan memilih, sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemimpinnya. Maka dari itu dalam pandangan masyarakat, politik dianggap sebagai sesuatu yang berbau kelicikan, kebusukan, serta pandangan negatif lainnya.

Terlebih saat ini, kita melihat ada sebagian penguasa muslim yang tidak konsisten menjalankan kebijakan politik di atas ketentuan hukum dan etika syariat, mereka menetapkan peraturan yang menyimpang dari ajaran Islam. Oleh karena itu banyak orang tidak sepakat dengan adanya politik dalam Islam.

Bagi islam memilih seorang pemimpin dilakukan dengan cara intikhobat (pemilu), tidak bisa seseorang menunjuk diri atau anggota kerabatnya menjadi seorang pemimpin. Apalagi karena melihat dia dari keluarga yang terpandang. Seperti hadits berikut ini :

إِنَّا وَاللَّهِ لاَ نُوَلِّى عَلَى هَذَا الْعَمَلِ أَحَدًا سَأَلَهُ وَلاَ أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ

”Sesungguhnya, demi Allah! Kami tak akan memberi amanah kekuasaan kepada seseorang yang memintanya, dan juga pada orang yang berambisi padanya.” (Hadits Riwayat Muslim ari Abu Musa al-Asy’ari, Shahîh Muslim, juz V, hal. 6, hadits no. 4821).

Hadits ini tentang kisah Abu Musa dan 2 anak pamannya yang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam, salah satu dari keduanya berkata (angkatlah kami sebagai pemimpin atas sebagian wilayah yang telah diberikan allah kepadamu). Seketika nabi pun bersabda.

Dari penggalan hadits shohih ini mengisyaratkan, seseorang yang berjiwa pemimpin adalah mempunyai nilai yang tinggi, bukan peminta. Harus kuat tidak lemah. Bukan berniat memimpin hanya karena gila jabatan atau kepopuleran semata. Tapi karena ia mempunyai kualitas dan ilmu.

Zaman sekarang, utamanya jabatan yang menjanjikan perolehan kesempatan untuk ‘meraup’ kekayaan. Hingga kini masih saja diperebutkan oleh banyak orang. Lain halnya dengan jabatan yang membawa konsekuensi tanggung jawab, tetapi tidak menghasilkan ‘uang’ atau jabatan yang justru menjadikan dirinya rugi, harus banyak berkorban. Tenaga maupun harta harus siap didonasikan.

Karena sejatinya menjadi seorang pemimpin adalah tanggung jawab berat. Jangan harap menjadi milyader kalau kamu masuk ke ranah politik. Jika tujuannya untuk menjadi kaya, jawabannya mungkin menjadi pengusaha. Hal lain, bisa saja jabatan kamu menguntungkan , tapi bagi seorang pemimpin adil tidak akan ditemukan dalam dirinya kelebihan harta sewaktu memimpin. Karena ia takut akan jabatan  yang nantinya akan dipertanggung jawabkan kelak di mata masyarakat dan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat kita harus membuka diri untuk mengenal calon pemimpin kita kedepannya. Ikut andil dalam berpolitik. Bukan asal memilih pemimpin yang bukan ahlinya dalam merangkul rakyat. Karena seorang pemimpin adil akan membawa masyarakat dan negara ke dalam keberkahan. Dan doa seorang pemimpin adil, bertanggung jawab dan jujur itu menjadi salah satu doa yang di ijabah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

(Dari  Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw bersabda:  Tiga orang yang do’a mereka tidak tertolak, yaitu; seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan do’anya orang yang di dzalimi. Allah akan mengangkat do’anya ke atas awan, dan membukakan baginya pintu-pintu langit, seraya berfirman: Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski beberapa saat lamanya)

Putih                                                                                                                                                          Marrakech, 18 Novembre 2018